Kelebihandan Kekurangan Model Atom Mekanika Kuantum 1. Rumusan persamaan gelombang hanya dapat diterapkan secara eksak untuk partikel dalam kotak dan atom dengan elektron 2. Model atom mekanika kuantum sulit diterapkan untuk sistem makroskopis (skala lebih besar) dengan kumpulan atom
Nah dibawah ini ada beberapa kelebihan dan kekurangan yang ada dalam sebuah atom mekanika kuantum, yaitu: Kelebihannya: Bisa menjelaskan posisi kebolehjadian ditemukannya elektron.
Namuntentu saja teori Dalton mengenai atom ini masih memiliki kelemahan yang dibeberkan oleh ilmuan selanjutnya yakni Thomson, namun teori Dalton ini juga memiliki kelebihan yakni. KELEBIHAN. - Dapat menerangkan Hukum Kekekalan Massa. - Dapat menerangkan Hukum Perbandingan Tetap. KEKURANGAN.
4try. Sebelum membahas kelebihan dan kelemahan teori model atom mekanika kuantum mari kita bahas pengertian dan sejarah teori atom ini. Teori Model Atom Mekanika Kuantum adalah teori yang digunakan untuk menjelaskan struktur atom dan bagaimana atom-atom ini bereaksi satu sama lain. Ini merupakan hasil dari penerapan prinsip-prinsip mekanika kuantum pada atom-atom. Pada tahun 1913, Niels Bohr mengembangkan model atom yang menjelaskan bahwa elektron-elektron dalam atom bergerak dalam tingkatan-tingkatan energi yang tetap, yang disebut sebagai tingkatan-tingkatan Bohr. Namun, model ini tidak dapat menjelaskan semua sifat atom yang diketahui saat itu. Pada tahun 1925, Werner Heisenberg mengembangkan prinsip ketidakpastian, yang menyatakan bahwa ada batasan pada ketepatan yang dapat diketahui tentang posisi dan momentum elektron dalam atom. Ini menyebabkan model atom klasik tidak lagi berlaku, dan memerlukan pendekatan mekanika kuantum untuk menjelaskan struktur atom. Pada tahun 1926, Erwin Schrödinger mengembangkan persamaan mekanika kuantum yang disebut persamaan Schrödinger, yang digunakan untuk menentukan fungsi gelombang elektron dalam atom. Fungsi ini disebut sebagai fungsi gelombang elektron, dan menjelaskan probabilitas tempat elektron akan ditemukan dalam atom. Model atom mekanika kuantum menyatakan bahwa elektron dalam atom tidak dapat dianggap sebagai benda yang bergerak di tingkatan-tingkatan energi yang tetap, tetapi sebagai fungsi gelombang yang menyebar di seluruh ruang atom. Jumlah elektron dalam tingkatan energi tertentu ditentukan oleh jumlah gelombang yang diperbolehkan dalam tingkatan tersebut. Ini menyebabkan atom memiliki sifat-sifat kuantum, seperti spin dan momen angular, yang tidak dapat dijelaskan oleh model atom klasik. Secara umum, Model Atom Mekanika Kuantum menyatakan bahwa elektron dalam atom tidak dapat dianggap sebagai benda yang bergerak di tingkatan-tingkatan energi yang tetap, tetapi sebagai fungsi gelombang yang menyebar di seluruh ruang atom. Jumlah elektron dalam tingkatan energi tertentu ditentukan oleh jumlah gelombang yang diperbolehkan dalam tingkatan tersebut. Teori Model Atom Mekanika Kuantum memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan teori model atom klasik Dapat menjelaskan sifat-sifat kuantum atom Teori ini dapat menjelaskan sifat-sifat kuantum atom seperti spin dan momen angular yang tidak dapat dijelaskan oleh model atom klasik. Dapat menjelaskan spektrum emisi atom Teori ini dapat menjelaskan spektrum emisi atom yang dapat digunakan untuk menentukan struktur atom. Dapat menjelaskan stabilitas atom Teori ini dapat menjelaskan stabilitas atom dengan menjelaskan bahwa elektron dalam atom bergerak dalam tingkatan energi yang ditentukan oleh jumlah gelombang yang diperbolehkan. Dapat menjelaskan reaksi kimia Teori ini dapat menjelaskan reaksi kimia dengan menjelaskan bagaimana elektron dalam atom bereaksi satu sama lain. Dapat menjelaskan sifat-sifat molekul Teori ini dapat digunakan untuk menjelaskan sifat-sifat molekul dengan menjelaskan bagaimana elektron dalam molekul bereaksi satu sama lain. Dapat menjelaskan fenomena kuantum Teori ini dapat digunakan untuk menjelaskan fenomena kuantum seperti efek tunneling dan efek fotolistrik yang tidak dapat dijelaskan oleh model atom klasik. Kelemahan Teori Model Atom Mekanika Kuantum Teori Model Atom Mekanika Kuantum memiliki beberapa kelemahan Tidak dapat menjelaskan posisi elektron secara tepat Prinsip ketidakpastian Heisenberg menyatakan bahwa ada batasan pada ketepatan yang dapat diketahui tentang posisi dan momentum elektron dalam atom, sehingga tidak mungkin untuk menentukan posisi elektron secara tepat. Tidak dapat menjelaskan gerak elektron secara tepat Persamaan Schrödinger menyatakan bahwa elektron dalam atom dapat dijelaskan sebagai fungsi gelombang, tetapi tidak dapat menjelaskan gerak elektron secara tepat. Sulit untuk diinterpretasikan secara visual Teori ini menyatakan bahwa elektron dalam atom dapat dijelaskan sebagai fungsi gelombang, yang sulit untuk diinterpretasikan secara visual. Sulit diukur Teori ini menyatakan bahwa elektron dalam atom dapat dijelaskan sebagai fungsi gelombang, yang sulit untuk diukur secara langsung. Terbatas pada skala atom Teori ini hanya dapat digunakan untuk menjelaskan struktur atom dan reaksi atom, tetapi tidak dapat digunakan untuk menjelaskan sifat-sifat benda padat atau fenomena di skala makroskopik. Kompleksitas matematik Teori ini menggunakan konsep-konsep matematika yang cukup kompleks seperti persamaan Schrödinger, yang dapat membuat sulit untuk dipahami oleh beberapa orang. Demikianlah apa yang bisa kami sampaikan mengenai kelebihan dan kelemahan teori model atom mekanika kuantum. Semoga ada manfaat untuk kita semua dan selamat belajar dengan cara yang menyenangkan.
Teori Atom Mekanika Kuantum – Teori atom merupakan salah satu bentuk dari teori ilmiah yang memiliki sifat alami materi, dimana teori ini menyatakan bahwa materi tersusun dari satuan terkecil yang disebut sebagai atom. Di dalam atom sendiri terdapat beberapa jenis teori dan salah satunya adalah teori atom mekanika kuantum yang akan dibahas saat ini. Apa sebenarnya yang dimaksud dari teori atom mekanika kuantum? Simak informasi berikut. Teori Atom Mekanika Kuantum Menurut Para Ahli1. Louis Victor de Broglie2. Werner Heinsberg3. Erwin SchrodingerPerkembangan Teori Atom1. Teori Atom Dalton2. Teori Atom Thomson3. Teori Atom Rutherford4. Teori Atom Niels Bohr5. Teori Atom Modern atau yang dikenal sebagai Teori Atom Mekanika KuantumPerbedaan Model Atom Bohr Dengan Model Atom Mekanika KuantumModel Atom Mekanika KuantumBilangan Kuantum1. Bilangan Kuantum Utama atau n2. Bilangan Kuantum Azimut atau I3. Bilangan Kuantum Magnetiork atau m4. Bilangan Kuantum Spin atau sKelebihan serta Kekurangan yang dimiliki Teori Atom Mekanika Kuantum1. Kelebihan dari atom mekanika kuantum2. Kekurangan dari atom mekanika kuantumBentuk Orbital Atom1. Orbital s2. Orbital p3. Orbital d4. Orbital fKonfigurasi Elektron1. Asas Aufbau2. Asas Larangan Pauli3. Kaidah HundRekomendasi Buku & Artikel TerkaitKategori Ilmu KimiaMateri Terkait Teori Atom Mekanika Kuantum Menurut Para Ahli Terdapat beberapa ahli serta ilmuwan yang mengeluarkan pendapat mereka mengenai teori atom mekanika kuantum, berikut beberapa penjelasannya. 1. Louis Victor de Broglie Ahli yang pertama yaitu Louis Victor de Broglie mengungkapkan pendapatnya mengenai teori atom mekanika kuantum dengan mengatakan bahwa gerakan partikel seperti elektron yang memiliki berbagai sifat panjang gelombang, yang membuat berlakunya hukum gelombang sebagai berikut. Hukum Gelombang λ = h/p = h/ 2. Werner Heinsberg Ahli yang kedua yaitu Werner Heisenberg mengungkapkan pendapatnya mengenai teori atom mekanika kuantum dengan mengatakan bahwa kedudukan serta momentum elektron tidak dapat ditentukan dengan tepat secara bersamaan yang dikenal dengan Asas Ketidakpastian. Hal tersebut yang membuat elektron yang mengelilingi inti, jaraknya dari inti cuma dapat ditentukan melalui berbagai kemungkinan saja. 3. Erwin Schrodinger Ahli yang ketiga yaitu Erwin Schrodinger mengungkapkan pendapatnya mengenai teori atom mekanika kuantum dengan mengatakan bahwa elektron dapat dianggap sebagai gelombang materi yang gerakannya dapat disamakan dengan gerakan gelombang. Pernyataan beliau tersebut juga bisa disebut dengan mekanika gelombang atau yang dikenal juga sebagai mekanika kuantum. Erwin Schrodinger juga mengatakan mengenai kedudukan elektron yang ada di dalam atom tidak dapat ditentukan secara pasti, dan yang dapat ditentukan hanya probabilitasnya saja atau daerah kemungkinan keberadaannya saja. Orbital merupakan ruangan yang memiliki probabilitas terbesar yang dapat ditemukan elektron. Pelajari lebih dalam mengenai mengenai Mekanika Kuantum melalui buku karya Vani Sugiyowo yang ada dibawah ini dan Grameds dapat menemukan bahwa mekanika kuantum ada di sekitar kita dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan Teori Atom Berdasarkan lansiran dari buku Modul Perkembangan Teori Atom yang ditulis oleh Dra. Hendri Kensry Yenny, konsep dari teori atom sendiri pertama kali diperkenalkan dan dikembangkan oleh Democritus yang merupakan seorang filsuf dan berasal dari Yunani. Sebelum membahas mengenai teori atom modern atau yang dikenal dengan teori atom mekanika kuantum, Grameds dapat memahami perkembangan teori atom terlebih dahulu melalui informasi dibawah ini. 1. Teori Atom Dalton Teori atom yang pertama adalah teori atom dalton. Setelah kemunculan pemikiran Demokritos, konsep atom yang ada mulai mengalami perkembangan. Dimana seorang ilmuwan bernama John Dalton menjadi orang pertama yang mengembangkan teori atom. Teori yang dibuatnya tersebut kemudian diberi nama teori atom dalton. Dimana teori tersebut menyatakan bahwa atom merupakan partikel terkecil dan tidak dapat dibagi lagi. 2. Teori Atom Thomson Teori atom yang kedua adalah teori atom thomson. Dimana setelah kemunculan teori atom dalton, terdapat berbagai teori atom lain yang bermunculan dan salah satunya adalah teori atom thomson yang merupakan bentuk perbaikan dari model atom Dalton. Thomson juga memiliki pemikiran mengenai atom, beliau mengatakan bahwa atom merupakan bola pejal yang terdiri atas materi yang bermuatan positif dan di dalamnya tersebar elektron seumpama sepotong roti kismis. 3. Teori Atom Rutherford Teori atom yang ketiga adalah teori atom rutherford yang dibuat oleh Rutherford dalam rangka memperbaiki teori atom Thomson sebelumnya. Teori atom Rutherford sendiri menyatakan bahwa atom terdiri dari inti atom yang memiliki ukuran yang sangat kecil dan juga memiliki muatan positif yang sekitarnya dikelilingi oleh elektron yang memiliki muatan negatif. 4. Teori Atom Niels Bohr Teori atom yang keempat adalah teori atom Niels Bohr yang merupakan bentuk teori atom yang dibuat oleh Niels Bohr karena menurutnya teori atom Rutherford sebelumnya masih memiliki kelemahan. Melalui teori atom Niels Bohr ini, beliau memperbaiki teori sebelumnya dengan model atomnya yang berpendapat bahwa tingkat energi atau kulit yang ada dalam atom. Selanjutnya, model atom yang terus berkembang hingga model atom mekanika kuantum yang didalamnya menjelaskan mengenai gagasan berhubungan dengan orbital. Teori tersebut yang kemudian dikenal dengan teori atom paling modern. 5. Teori Atom Modern atau yang dikenal sebagai Teori Atom Mekanika Kuantum Teori atom yang kelima adalah teori atom modern atau yang dikenal juga dengan teori atom mekanika kuantum. Teori atom modern ini merupaakn teori yang membahas mengenai model atom yang paling modern jika dibandingkan dengan berbagai teori atom lainnya. Teori ini sendiri disempurnakan oleh seorang ahli fisika yang berasal dari Austria yang bernama Erwin Schrodinger. Beliau menjelaskan bahwa atom memiliki inti yang mempunyai muatan positif serta dikelilingi oleh elektron yang mempunyai muatan negatif. Atom Mekanika Kuantum sendiri memiliki daerah orbital yang terbagi menjadi empat jenis orbital, yaitu s, p, d, dan f. Perbedaan Model Atom Bohr Dengan Model Atom Mekanika Kuantum Terdapat beberapa perbedaan model atom bohr dengan model atom mekanika kuantum, simak informasi berikut. Pada model atom Bohr, elektron mengelilingi inti atom melalui lintasan dan memiliki tingkat energi tertentu. Dibandingkan dengan model atom mekanika kuantum yang elektron mengitari inti atom melalui orbital tertentu yang membentuk kulit atom. Pada model atom Bohr, elektron bergerak pada lintasannya dan membuat bentuk lingkaran seperti halnya pergerakan planet yang mengelilingi matahari. Dibandingkan dengan model atom mekanika kuantum yang elektronnya bergerak di dalam orbital dan melakukan gerakan gelombang. Pada model atom Bohr, posisi dari sebuah elektron yang bergerak mengitari atom sendiri dapat ditentukan. Dibandingkan dengan model atom mekanika kuantum yang posisi dari sebuah elektronnya bergerak mengelilingi inti atom tersebut tidak dapat ditentukan secara pasti. Pada teori atom Bohr tidak mampu menjelaskan mengenai pengaruh dari medan magnet dalam atom hidrogen seperti pada contohnya mengapa spektrum hidrogen memiliki garis tambahan ketika diberikan pengaruh oleh medan magnet. Dibandingkan dengan model atom mekanika kuantum yang telah dapat digunakan untuk menjelaskan sifat atom serta molekul yang berelektron lebih dari satu, serta berdasarkan kenyataannya dapat dilihat dengan teliti, spektrum gas hidrogen yang ada tidak terdiri dari hanya satu garis, namun beberapa garis yang memiliki jarak yang saling berdekatan. Berdasarkan hal tersebut, lintasan yang ada memiliki sub lintasan dimana tempat elektron ditemukan. Pada skala atomik, sebuah elektron dapat kita lakukan peninjauan sebagai gejala gelombang yang tidak mempunyai posisi tertentu di dalam sebuah ruang. Posisi yang dimiliki sebuah elektron diwakili oleh peluang paling besar yang dapat ditemukannya elektron yang ada di dalam sebuah ruang. Prinsip dualisme gelombang – partikel digunakan dalam rangka mendapatkan penjelasan yang selengkap mungkin dan juga umum dari struktur umum. Disini gerak elektron digambarkan menjadi sebagai sebuah gejala gelombang. Persamaan dinamika Newton yang pada umumnya digunakan untuk menjelaskan gerak elektron digantikan oleh persamaan Schrodinger yang menyatakan mengenai fungsi dari gelombang yang dibuat elektron. Jadi, kesimpulannya adalah model atom yang didasari oleh prinsip tersebut disebut juga dengan model atom mekanika kuantum. Persamaan Schrodinger bagi elektron yang ada di dalam atom juga dapat menjadi solusi yang dapat diterima, hal tersebut bisa terjadi apabila ditetapkan bilangan bulat untuk tiga parameter yang berbeda serta menghasilkan tiga bilangan kuantum. Ketiga bilangan kuantum tersebut terdiri dari bilangan kuantum utama, orbital, serta magnetik. Oleh sebab itu, gambaran elektron yang ada di dalam atom dapat diwakili oleh seperangkat bilangan kuantum tersebut. Pelajari berbagai hal lainnya yang berhubungan dengan kimia fisika serta teori dan juga kimia nuklir melalui buku Eniklopedia Kimia Volume 3 Kimia Fisika&Teori, Kimia Nuklir di bawah ini. Bilangan Kuantum Bilangan kuantum yang terdapat di persamaan gelombang dapat digunakan untuk menentukan kedudukan elektron, simak informasi berikut untuk penjelasan mengenai bilangan tersebut. 1. Bilangan Kuantum Utama atau n Bilangan kuantum utama dapat menyatakan tingkat energi dari atom yang ada tersebut. Tingkat energi sendiri juga dapat dikatakan sebagai jumlah orbital maupun jalanan elektron yang dimiliki dari atom tersebut. Nilai energi merupakan sesuatu yang diwakilkan dari banyaknya elektron yang dimiliki dari atom tersebut. Semakin banyak atau besar tingkatan energi yang dimiliki dari sebuah atom, maka nilai bilangan kuantum utama yang dimilikinya juga akan semakin besar. Bilangan kuantum utama atau n ini dimulai dari angka 1,2,3,4,6,8 dan juga seterusnya. 2. Bilangan Kuantum Azimut atau I Bilangan kuantum azimuth dapat digunakan untuk melambangkan sub kulit atom dimana tempat elektron berada. Dimana berbeda dengan bilangan kuantum utama yang digunakan untuk melambangkan kulit atom. Bilangan kuantum azimuth sendiri bergantung terhadap nilai bilangan kuantum utama. Dimana jika sebuah atom memiliki 2 kulit n=2, maka elektron yang mungkin berada di subkulit 2s serta 2p dengan bilangan azimuth yaitu 0 dan juga 1. 3. Bilangan Kuantum Magnetiork atau m Bilangan kuantum magnetik digunakan untuk menyatakan orientasi elektron. Hal tersebut dikarenakan kuantum magnetik berada di dalam medan magnet. Bilangan kuantum magnetik sendiri bergantung pada bilangan pada kuantum azimuth. Dimana, jika bilangan kuantum azimuth memiliki nilai 1, maka bilangan kuantum magnetik akan bernilai -1, 0, serta +1. 4. Bilangan Kuantum Spin atau s Bilangan kuantum spin tidak memiliki hubungan dengan persamaan gelombang, namun digunakan untuk menyatakan arah rotasi elektron. Bilangan kuantum spin sendiri ada dua yang terdiri dari searah dengan jarum jam yaitu -½ serta berlawanan arah dengan jarum jam yaitu +½. Grameds juga dapat mempelajari lebih dalam mengenai listrik dan elektron dengan cara yang menyenangkan melalui buku Why? Electricity & Electron – Listrik & Elektron yang menyajikan informasi dengan animasi. Kelebihan serta Kekurangan yang dimiliki Teori Atom Mekanika Kuantum Teori serta model atom mekanika kuantum yang ditemukan oleh Erwin Schrodinger yang ada saat ini berhasil menyempurnakan beberapa kelemahan yang ada pada teori atom Bohr serta membuka berbagai pemahaman baru mengenai struktur atom serta pergerakan elektron yang ada di dalam atom. Berikut ini beberapa kelebihan serta kekurangan yang ada pada baik teori maupun model dari atom mekanika kuantum. Simak informasi berikut. 1. Kelebihan dari atom mekanika kuantum Kelebihan yang pertama dari atom mekanika kuantum dapat menjelaskan posisi peluang ditemukannya sebuah elektron. Kelebihan yang kedua dari atom mekanika kuantum dapat menjelaskan mengenai posisi elektron saat mengorbit. Kelebihan yang ketiga dari atom mekanika kuantum dapat mengukur perpindahan energi eksitasi serta emisi. Kelebihan yang keempat dari atom mekanika kuantum adalah mampu mengidentifikasi proton serta neutron yang ada pada inti, sedangkan elektron berada pada orbit. 2. Kekurangan dari atom mekanika kuantum Kekurangan yang pertama dari atom mekanika kuantum adalah persamaan tersebut hanya dapat diterapkan secara eksak untuk partikel dalam kotak serta atom yang memiliki elektron tunggal. Kekurangan yang kedua dari atom mekanika kuantum adalah sulit untuk diterapkan dalam sistem makroskopis dengan kumpulan atom, seperti contohnya adalah hewan. Bentuk Orbital Atom Bentuk dari orbital atom bergantung pada bilangan kuantum azimut atau I. Orbital yang mempunyai bilangan kuantum azimut dan memiliki nilai yang sama akan memiliki bentuk yang sama pula. 1. Orbital s Bentuk orbital atom yang pertama yaitu orbital s yang memiliki bentuk subkulit s menyerupai bola, dimanapun elektron beredar maka akan memiliki jarak yang sama terhadap inti. 2. Orbital p Bentuk orbital atom yang kedua yaitu orbital p memiliki rapatan elektron yang terdistribusi di bagian yang saling berlawanan antara satu sama lain dengan inti atom. Inti atom sendiri berada di simpul dengan kerapatan elektron yaitu 0. Orbital p sendiri memiliki bentuk yang menyerupai balon terpilin. Bentuk orbital ini juga memiliki tiga harga m -1,0, +1, oleh sebab itu orbital p terdapat tiga macam yang terdiri dari px, py, dan pz. 3. Orbital d Bentuk orbital atom yang ketiga yaitu orbital d yang merupakan orbital dengan 1=2. Orbital d sendiri memiliki lima jenis orientasi dimana terdapat lima nilai m yang memungkinkan, yang terdiri dari -2, -1, 0, +1, maupun +2. Empat dari kelima orbital d yang ada, yang terdiri dari dxy, dxz, dyz, serta dx2-y2, memiliki empat cuping dan bentuknya menyerupai daun semanggi. Sedangkan orbital d kelima yaitu dz2 memiliki dua cuping utama yang terletak pada sumbu z serta satu bagian yang menyerupai bentuk donat dan terletak di bagian tengah. 4. Orbital f Bentuk orbital atom yang keempat yaitu orbital f yang merupakan orbital dengan 1=3. Bentuk orbital f ini sendiri memiliki tujuh jenis orientasi, seperti halnya terdapat tujuh nilai m yang memiliki kemungkinan 2l + 1 = 7. Ketujuh orbital f sendiri memiliki bentuk yang kompleks yang dilengkapi dengan beberapa cuping. Bentuk orbital ini sendiri cuma dapat digunakan untuk berbagai unsur transisi yang memiliki letak lebih dalam. Konfigurasi Elektron Setelah Grameds memahami mengenai hubungan keberadaan elektron yang ada di dalam sebuah atom dengan orbital yang ada pada teori atom mekanika kuantum. Selanjutnya terdapat konfigurasi elektron yang merupakan penyusun elektron yang ada di dalam orbital kulit atom multi elektron Berikut ini beberapa jenis konfigurasi elektron beserta penjelasannya. Simak informasi berikut. 1. Asas Aufbau Jenis konfigurasi elektron yang pertama yaitu aturan aufbau menyatakan bahwa elektron menempati berbagai orbital yang dimulai dari tingkat energi yang terendah dan seterusnya seperti urutan yang ada pada subkulit. Tingkat energinya sendiri dimulai dari 1s, 2s, 2p dan seterusnya. 2. Asas Larangan Pauli Jenis konfigurasi elektron yang kedua yaitu asas larangan pauli dimana dinyatakan bahwa tidak terdapat dua elektron di dalam satu atom yang mempunyai keempat bilangan kuantum yang sama. Setiap orbital itu memiliki maksimum dimana hanya dapat diisi oleh dua elektron yang memiliki spin yang berlawanan. 3. Kaidah Hund Jenis konfigurasi elektron yang ketiga yaitu kaidah hund yang menyatakan bahwa kalau ada orbital yang memiliki tingkat energi yang sama, konfigurasi elektron dengan energi terendah merupakan dengan jumlah elektron yang tidak berpasangan dengan spin paralel dengan jumlah paling banyak. Seperti itulah penjelasan mengenai teori atom mekanika kuantum. Bagi Grameds yang ingin mempelajari lebih dalam mengenai ilmu kimia yang lain, kamu dapat membaca berbagai buku yang hanya tersedia di Gramedia yang dapat membantu kamu dalam memperkaya ilmu yang kamu miliki. Rekomendasi Buku & Artikel Terkait ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien
Semua partikel yang terdapat di alam semesta tersusun atas partike-partikel yang sangat kecil yang kemudian para ahli kimia menyebutnya dengan nama Atom. Sejak zaman dahulu dimana manusia mulai berfikir tentang zat penyusun setiap materi, kemudian dirumuskannya teori atom, sampai zaman canggih seperti sekarang ini, keberadaan atom sudah diterima oleh semua orang. Namun bentuk atom dan penyusunnya belum diketahui secara pasti Para ahli kimia hanya bisa mereka-reka berdasarkan hasil pengamatan di laboratorium terhadap gejala yang ditimbulkan jika suatu materi diberi perlakuan tertentu. Dari pengamatan gejala-gejala tersebut, para ilmuwan membuat teori tentang atom serta memperkirakan bentuk atom tersebut dengan nama Model Atom. Model-model atom yang dibuat oleh para ilmuwan mengalami perkembangan sampai sekarang dan mungkin akan terus berkembang seiring dengan perkembangan IPTEK. Berikut ini adalah gambar perkembangan model-model atom yang dikembangkan oleh para ahli kimia kimia. Perkembangan Teori Atom Model Atom Dalton Berdasarkan konsep atom Democritus sesuai dengna Hukum Kekekalan Massa yang berbunyi “massa zat sebelum dan sesudah reaksi sama” dan Hukum Perbandingan Tetap yang berbunyi “perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa adalah tetap dan tertentu”, maka pada tahun 1803 ilmuwan Inggris John Dalton merumuskan teori model atom sebagai berikut 1. Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi. 2. Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki atom-atom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda. 3. Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Misalnya air terdiri atas atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen. 4. Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom-atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan Model Atom Dalton Hipotesis Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola pejal seperti bola tolak peluru. Kelebihan dan kelemahan model atom Dalton antara lain sebagai berikutKelebihan - Dapat menerangkan Hukum Kekekalan Massa Hukum Lavoisier - Dapat menerangkan Hukum Perbandingan Tetap Hukum Proust Kelemahan - Tidak dapat menerangkan sifat listrik atom - Pada kenyataannya atom dapat dibagi lagi menjadi partikel yang lebih kecil partikel subatomik Model Atom Thomson pada tahun 1897, fisikawan Inggris, Joseph John Thomson menemukan elektron . dia menunjukkan bahwa elektron adalah partikel subatomik. Dari penemuan ini Thomson mengemukakan hipotesis sebagai berikut “karena elektron bermuatan listrik negatif, sedangkan atom bermuatan listrik netral, maka harus ada muatan listrik positif yang mengimbangi muatan elektron dalam atom”. Berdasarkan hipotesis tersebut, Thomson mengusulkan model atomnya yang dikenal dengan nama model atom roti kismis yaitu sebagai berikut 1. Atom berbentuk bola pejal bermuatan positif yang homogen diibaratkan seperti roti 2. Elektron bermuatan negatif tersebar di dalamnya seperti kismis yang tersebar di dalam roti. Model Atom Thompson Beberapa kelebihan dan kelemahan model atom Thomson adalah sebagai berikut Kelebihan 1. Dapat menerangkan adanya partikel yang lebih kecil dari atom yang disebut partikel subatomik. 2. Dapat menerangkan sifat listrik atom. Kelemahan Tidak dapat menerangkan fenomena penghamburan partikel alfa oleh selaput tipis emas yang dikemukakan oleh Rutherford. Model Atom Rutherford Tahun 1911, Fisikawan Inggris Ernest Rutherford dan 2 temannya Geiger dan Marsden melakukan eksperimen “penghamburan partikel alfa oleh selaput tipis emas 0,0004 mm” dengan hasil sebagai berikut 1. Sebagian besar partikel alfa menembus selaput tipis emas. Berarti, sebagian besar atom adalah ruang kosong. 2. Sedikit dari partikel alfa yang bermuatan positif dibelokkan keluar oleh sesuatu. hal ini menunjukkan adanya sesuatu yang bermuatan positif yang dapat membelokkan partikel alfa. 3. Lebih sedikit lagi dari partikel alfa itu hanya 1 dari terpantul dari selaput tipis emas. Hal ini menunjukkan adanya sesuatu yang sangat kecil belakangan disebut sebagai inti, namun massa terpusat di sana sehingga partikel alfa yang menumbuk pusat massa itu akan terpantulkan Percobaan Rutherford Dari fenomena percobaan tersebut, Rutherford mengusulkan model atom yang dikenal dengan model atom nuklir Rutherford, yaitu sebagai berikut 1. Sebagian besar ruangan dalam atom merupakan ruangan kosong. 2. Atom terdiri atas inti atom bermuatan positif dan hampir seluruh massa atom terpusat pada inti. 3. Elektron beredar mengelilingi inti. 4. Jumlah muatan inti sama dengan jumlah muatan elektron sehingga atom bersifat netral. Model Atom Rutherford Beberapa kelebihan dan kelemahan model atom Rutherford adalah sebagai berikut Kelebihan 1. Dapat menerangkan fenomena penghamburan partikel alfa oleh selaput tipis emas. 2. Mengemukakan keberadaan inti atom yang bermuatan positif dan merupakan pusat massa atom. Kelemahan 1. Bertentangan dengan teori elektron dinamika klasik, di mana suatu partikel bermuatan listrik apabila bergerak akan memancarkan energi. 2. Elektron bermuatan negatif yang beredar mengelilingi inti akan kehilangan energi terus-menerus sehingga akhirnya akan membentuk lintasan spiral dan jatuh ke inti. Pada kenyataannya hal ini tidak terjadi, elektron tetap stabil pada lintasannya. Model Atom Niels Bohr Tahun 1913 fisikawan Denmark, Niels Henrik David Bohr, mengemukakan teori tentang atom yang bertitik tolak dari model atom nuklir Rutherford dan teori kuantum Planck. Model Atom Niels Bohr Model atom Bohr berdasarkan teorinya adalah sebagai berikut 1. Elektron beredar mengelilingi inti pada lintasan-lintasan orbit tertentu. 2. Elektron yang beredar pada lintasannya tidak memancarkan energi, lintasan elektron ini disebut lintasan stasioner. 3. Apabila elektron dengan tingkat energi rendah pindah ke lintasan dengan tingkat energi lebih tinggi maka elektron akan menyerap energi, peristiwa ini disebut eksitasi. Sebaliknya, apabila elektron pindah dari lintasan dengan tingkat energi lebih tinggi ke lintasan dengan tingkat energi lebih rendah maka elektron akan memancarkan energi, peristiwa ini disebut deeksitasi. Baik eksitasi maupun deeksitasi disebut peristiwa transisi elektron. Energi yang diserap atau dipancarkan pada peristiwa transisi elektron ini dinyatakan dengan persamaan 4. Energi yang dipancarkan/diserap ketika terjadi transisi elektron terekam sebagai spektrum atom. Beberapa kelebihan dan kelemahan model atom Bohr adalah sebagai berikut Kelebihan 1. Menjawab kelemahan dalam model atom Rutherford dengan mengaplikasikan teori kuantum. 2. Menerangkan dengan jelas garis spektrum pancaran emisi atau serapan absorpsi dari atom hidrogen. Kelemahan 1. Terjadi penyimpangan untuk atom yang lebih besar dari hidrogen. 2. Tidak dapat menerangkan efek Zaeman, yaitu spektrum atom yang lebih rumit apabila atom ditempatkan pada medan magnet. Model Atom Mekanika Kuantum Model atom mekanika kuantum dikemukakan oleh Erwin Schrodinger. Model ini dapat digunakan untuk menjelaskan atom hidrogen dan atom yang lain. Menurut teori mekanika kuantum, elektron dalam mengelilingi inti terletak pada tingkat-tingkat tertentu. Akan tetapi, keberadaan elektron tidak dapat dipastikan kedudukannya secara tepat. Adapun yang dapat dipastikan hanyalah kebolehjadian menemukan elektron. Daerah atau ruang kebolehjadian menemukan elektron disebut orbital. Teori Atom Mekanika Kuantum Erwin Schrodinger mendasarkan model atomnya pada hipotesis de Broglie mengenai dualisme partikel dan ketidakpastian Heisenberg. Menurut Louis de Broglie, cahaya memiliki sifat partikel dan sifat cahaya. Sifat partikel ditandai dengan memiliki massa. Sifat cahaya ditandai dengan memiliki sifat gelombang dalam gerakannya. Dengan demikian, elektron yang memiliki massa dapat dipandang sebagai partikel dan cahaya. Akibat dualisme elektron, Heisenberg mengajukan prinsip ketidakpastian. Menurut Heisenberg, tidak ada metode yang dapat digunakan untuk menentukan kedudukan elektron. Akan tetapi, yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron. Erwin Schrodinger memperoleh hadiah Nobel 1933 bidang fisika bersama Paul Dirac, seorang fisikawan lain, untuk karya perintis mereka dalam mekanika kuantum. Demikianlah artikel tentang sejarah perkembangan teori atom, model atom Dalton, Thomson, Rutherford, Bohr dan Mekanika Kuantum model atom modern. Semoga dapat bermanfaat untuk Anda. Terimakasih atas kunjungannya dan sampai jumpa di artikel selanjutnya.